Masa kecil adalah awal yang sangat berharga bagi kehidupan sang anak, dan bunda tentunya tak ingin apabila si kecil melewati masa-masa ini dengan asal-asalan dong ya? Oleh sebab itu bunda mesti memperhatikan kebutuhan nutrisi anak supaya dapat terpenuhi dengan baik yaitu dengan cara membuat pola makan dan takaran gizi yang teratur sehingga si kecil tidak makan secara sembarangan. pada artikel kali ini kami akan sebutkan beberapa langkah supaya bunda dapat memenuhi kebutuhan gizi si kecil secara sempurna. Jika saat ini bunda memberikan ASI eksklusif kepada bayi, maka sebaiknya bunda tetap memberikannya hingga bayi berusia 24 bulan. Perlu bunda ketahui juga bahwa ASI terbukti mengandung berbagai zat gizi penting untuk membantu tumbuh kembang si kecil. Disamping itu bunda juga dapat memberikan asupan makanan lainnya sebagai pendamping ASI.
Secara umum kebutuhan nutrisi harian bayi adalah sekitar 1.125 kkal energi, 26 gram protein, 44 gram lemak, 155 gram karbohidrat, 16 gram serat, 1.200 ml air. Selain beberapa zat tersebut bayi juga membutuhkan beberapa jenis vitamin dan mineral, seperti 400 mikrogram vitamin A, 15 mikrogram vitamin D, 6 miligram vitamin E, 15 mikrogram vitamin K, 650 miligram kalsium, 500 miligram fosfor, 60 miligram magnesium, 1000 miligram natrium, 3000 miligram kalium, serta 6 miligram zat besi.
Ketika anak telah memasuki usia 12 bulan, dan si kecil sudah terbiasa mengkonsumsi makanan padat, maka bunda hendaknya bisa mulai memberikan makanan pendukung lainnya, seperti makanan yang biasa dimakan oleh anggota keluarga lainnya dengan porsi yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi si kecil, dan tak kalah penting bunda harus memberikan variasi menu yang berbeda supaya si kecil tidak jenuh dengan makanan yang diberikan. Pada masa ini hendaknya bunda juga memberikan kepada bayi asupan sayuran, buah-buahan, serta lauk pauk lainnya sebagai sumber protein nabati dan hewani guna membantu pemenuhan kebutuhan kalori pokok untuk membantu pertumbuhan si kecil. Dengan demikian diharapkan bunda dapat memenuhi kebutuhan gizi harian si kecil.
Selanjutnya dengan seiring bertambahnya usia anak, bunda juga dapat meningkatkan porsi makanan si kecil secara bertahap, namun tetap harus memperhatikan keseimbangan gizinya ya bunda, jangan sampai berlebihan karena memang pada masa ini kebutuhan gizi harian si kecil juga meningkat mengikuti perkembangan tubuhnya yang semakin aktif. Saat memasuki usia dua hingga tiga tahun biasanya anak sudah mulai bisa memilih makanan yang disukainya, dan tak jarang si kecil menolak makanan yang bunda berikan. Namun bunda tak perlu panik, bunda hanya perlu memahami perilaku makan anak pada usia tersebut, serta mengakalinya dengan cara memperkenalkan makanan baru satu persatu, atau bunda juga dapat menyajikan beberapa jenis makanan supaya si kecil dapat memilih makanan yang disukainya. Bisa dimulai dari makanan padat hingga cair, berikan porsi makanan dalam jumlah yang sedikit. Atau bunda juga dapat mengajak si kecil makan bersama anggota keluarga yang lainnya, supaya anak termotivasi melihat anggota keluarga yang lain makan dengan lahap menu yang tersedia.
Fase sulit selanjutnya adalah ketika anak mulai memasuki usia lima hingga dua belas tahun, pada masa ini anak biasanya sering jajan di luar rumah, sudah mulai terpengaruh oleh teman atau melihat tayangan iklan yang disaksikannya. Pada masa ini bunda tak boleh lengah memperhatikan kebutuhan nutrisi anak, karena anak tetap membutuhkan nutrisi yang sempurna supaya dapat tumbuh dengan sehat. Jika bunda salah dalam mengatur pola makan si kecil sejak dini, maka ini akan sangat berpengaruh pada pola makannya hingga dewasa kelak. Ketika anak sudah memasuki masa sekolah, kebutuhan energi yang diperlukan anak juga akan meningkat guna menunjang aktivitas dan pertumbuhannya, namun jangan juga berlebihan karena dikhawatirkan anak jadi obesitas. Mengutip dari BBCHealth sedikitnya diperlukan empat jenis nutrisi untuk membantu proses tumbuh kembang anak pada usia sekolah.
Pertama kalsium, kalsium sangat berguna untuk membantu pertumbuhan tulang anak. Kalsium dapat diperoleh dari jus jeruk, sereal, biji wijen, susu, tahu, serta sayuran hijau. Idealnya setiap anak memerlukan tiga porsi makanan yang kaya akan kalsium setiap harinya, seperti sepotong keju, yoghurt dan segelas susu. Untuk susu, bunda dapat memberikan susu kambing kepada si kecil, karena susu kambing terbukti lebih sehat jika dibandingkan dengan susu sapi. Jika si kecil tak suka dengan aroma susu kambing yang amis, dapat diakali dengan mengkonsumsi produk olahan susu kambing yang telah dicampur dengan gula aren dan berbagai nutrisi bermanfaat lainnya, seperti ekstrak gamat, ikan gabus, sehingga aroma amisnya tidak terasa sama sekali. Saat ini banyak terdapat produk susu kambing di pasaran, namun bunda harus selektif dalam memilih produk susu kambing. Pastikan produk tersebut telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta telah mengantongi sertifikasi halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kebutuhan kedua adalah folat, kebanyakan anak masih mendapatkan asupan folat yang rendah, hal ini terjadi akibat seringnya anak melewatkan sarapan pagi dengan sereal karena sereal merupakan sumber folat yang baik. Selain sereal, folat dapat diperoleh dari roti, sayuran dan kacang-kacangan. Folat sangat penting membantu pertumbuhan anak usia dini. Selanjutnya adalah zat besi, zat besi berguna untuk menjaga sel darah merah di dalam tubuh, apabila tubuh kekurangan sel darah merah maka dapat menyebabkan anemia, namun beberapa penelitian menyebutkan hal ini sangat jarang terjadi pada anak usia dini. Zat besi umumnya didapatkan dari sereal, kacang-kacangan, hati, serta daging merah. Dengan mengkonsumsi jus buah yang kaya akan vitamin C dapat membantu penyerapan zat besi secara maksimal dari sumber makanan selain daging.
Yang terakhir adalah gula dan lemak. Sumber makanan yang banyak mengandung gula adalah biskuit, kue, mentega, es krim, coklat, kue, keripik, serta minuman manis. Untuk lemak dapat diperoleh dari mentega dan minyak goreng. namun perlu diperhatikan bahwa mengkonsumsi makanan ini terlalu sering dapat menyebabkan obesitas. selain beberapa hal di atas ada lima hal penting yang tidak boleh bunda lupakan seperti, mengatur jadwal makan anak secara tepat sebanyak tiga kali sehari, memastikan sumber gizi utama anak, memastikan anak mengkonsumsi cemilan yang bergizi, memastikan anak membawa bekal makan siang ke sekolah, serta yang tak kalah penting memastikan anak berolahraga secara teratur.





bagus untuk anak down syndrom gak ya?
bagus sekali pak, karena Buga Gold™ mengandung gamat emas dan ikan gabus untuk pertumbuhan sel dan menutrisi otak anak. susu kambingnya juga lebih aman dari alergi laktosa yang sering terjadi di susu sapi.