Ketika Berdiri dari Kursi Mulai Terasa Berat…
Pernahkah Anda memperhatikan orang tua yang dulu begitu kuat mengangkat barang, kini mulai kesulitan bangkit dari kursi, menaiki tangga, atau berjalan jauh?
Banyak orang mengira itu adalah hal yang “wajar karena usia”. Padahal, salah satu penyebab utamanya adalah berkurangnya massa otot, sebuah proses alami yang dalam dunia medis dikenal sebagai sarcopenia.
Sarcopenia bukan terjadi dalam semalam. Penurunannya berlangsung perlahan selama bertahun-tahun. Sayangnya, karena terjadi sedikit demi sedikit, banyak orang baru menyadarinya ketika aktivitas sehari-hari mulai terganggu.
Kabar baiknya, proses ini dapat diperlambat melalui gaya hidup sehat, olahraga, dan asupan nutrisi yang tepat.
Apa Itu Sarcopenia?
Sarcopenia adalah kondisi berkurangnya massa, kekuatan, dan fungsi otot seiring bertambahnya usia.
Penelitian menunjukkan bahwa penurunan massa otot dapat mulai terjadi sejak usia sekitar 30–40 tahun dan menjadi lebih nyata setelah usia 50 tahun. Bila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan asupan protein yang cukup, proses ini dapat berlangsung lebih cepat.
Dampaknya bukan hanya pada kekuatan tubuh, tetapi juga pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Mengapa Massa Otot Menurun?
Ada beberapa faktor yang berperan, antara lain:
- Produksi protein otot menurun
Seiring bertambahnya usia, tubuh menjadi kurang efisien dalam membentuk protein baru untuk memperbaiki jaringan otot.
- Aktivitas fisik berkurang
Semakin jarang otot digunakan, semakin cepat massa otot menyusut.
- Asupan protein kurang
Banyak lansia makan dalam porsi kecil atau kehilangan nafsu makan, sehingga kebutuhan proteinnya tidak terpenuhi.
- Perubahan hormon
Perubahan hormon akibat proses penuaan juga memengaruhi kemampuan tubuh mempertahankan massa otot.
- Penyakit kronis
Kondisi seperti diabetes, penyakit jantung, atau peradangan kronis dapat mempercepat penurunan massa otot.
Mengapa Massa Otot Penting?
Otot bukan hanya berfungsi untuk bergerak.
Otot membantu:
- menjaga keseimbangan tubuh,
- mengurangi risiko jatuh,
- mempermudah aktivitas sehari-hari,
- mendukung metabolisme tubuh,
- mempertahankan kemandirian di usia lanjut.
Semakin baik kekuatan otot, semakin besar peluang seseorang tetap aktif dan mandiri.
Cara Membantu Menjaga Massa Otot
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
✅ Konsumsi protein berkualitas setiap hari.
✅ Lakukan latihan kekuatan ringan sesuai kemampuan, seperti latihan dengan resistance band atau beban ringan.
✅ Jalan kaki secara rutin.
✅ Tidur yang cukup.
✅ Penuhi kebutuhan cairan.
Konsultasikan juga dengan dokter atau ahli gizi bila memiliki penyakit tertentu yang memerlukan pengaturan pola makan.
Peran Nutrisi
Protein merupakan salah satu zat gizi yang penting dalam proses pembentukan dan pemeliharaan jaringan otot.
Sumber protein dapat diperoleh dari:
- ikan,
- telur,
- ayam,
- susu,
- tahu,
- tempe,
- kacang-kacangan.
Sebagian orang juga memilih minuman bernutrisi sebagai pelengkap pola makan untuk membantu memenuhi kebutuhan protein hariannya, sesuai dengan kondisi dan anjuran tenaga kesehatan.
Mengenal BugaGold™
BugaGold™ merupakan minuman berbahan dasar susu kambing yang diperkaya dengan ekstrak ikan gabus, ekstrak gamat, dan kolagen.
Produk ini dapat menjadi salah satu pilihan pelengkap nutrisi bagi orang dewasa yang ingin menambah variasi asupan protein dan nutrisi harian. BugaGold bukan pengganti makanan utama maupun terapi medis. Untuk kebutuhan kesehatan khusus, tetap konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Kehilangan massa otot setelah usia 50 tahun merupakan proses alami, tetapi bukan berarti tidak dapat diupayakan agar berjalan lebih lambat.
Pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang rutin, dan kecukupan protein merupakan tiga langkah penting untuk membantu menjaga kekuatan otot dan kualitas hidup di usia lanjut.
FAQ
Apakah semua lansia pasti kehilangan massa otot?
Penurunan massa otot merupakan bagian dari proses penuaan, tetapi kecepatannya berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh gaya hidup.
Apakah hanya olahraga yang cukup?
Tidak. Aktivitas fisik perlu didukung oleh asupan nutrisi yang memadai, termasuk protein.
Apakah lansia boleh minum susu?
Banyak lansia dapat mengonsumsi susu sebagai bagian dari pola makan, namun pilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.
Apakah berjalan kaki membantu?
Ya. Jalan kaki merupakan salah satu aktivitas yang bermanfaat untuk menjaga kebugaran. Hasilnya akan lebih baik bila dikombinasikan dengan latihan kekuatan sesuai kemampuan.