Batasi Konsumsi Gula dengan Beralih ke Gula Aren
Gula aren adalah produk yang berasal dari nira yang didapatkan dari cairan pada pohon inai. Dimana jenis ini sendiri memiliki beberapa kandungan yang tidak dimiliki oleh gula pasir yang terbuat dari tebu. Sering disebut bahwa pemanis satu ini lebih menyehatkan dibandingkan dengan produk dari tebu.
Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari kandungan dalam bahan gula, cara pengolahannya, hingga toleransi tubuh dalam mengkonsumsinya perhari. Anda harus memahami hal ini agar nantinya tidak terjadi kesalah pahaman. Kemungkinannya bisa fatal jika terjadi kesalah pahaman karena berurusan dengan kesehatan seseorang.
Seberapapun sehatnya sebuah pemanis, tetaplah pemanis yang tetap bisa menimbulkan diabetes. Jadi lebih baik fokus kepada perbaikan pola dan gaya hidup agar lebih sehat. Pergantian jenis satu ini tentu memiliki pengaruh namun tetap saja batasi dengan menggunakan jenis pemanis lebih bermanfaat daripada pemanis dari tebu.
Tingkat toleransi pankreas dimana tempat untuk mengubah glukosa menjadi energi berbeda-beda tiap jenis pemanis yang dikonsumsi. Jadi pastikan pahami hal ini terlebih dahulu, terutama tingkatan gula yang dari yang paling kurang sehat untuk tubuh. Mulai dari gula pasir, batu hingga jenis aren.
Indeks Glikemik Gula Aren Rendah
Jika dibandingkan dengan gula pasir yang memiliki indeks dari 0-100 mencapai angka 100 membuat konsumsi pemanis tersebut harus dibatasi atau mungkin dihentikan. Karena indeks glikemik ini menunjukkan angka potensi peningkatan gula darah dari suatu produk pangan dan bisa dikatakan sebagai pengukur efek kadar glukosa darah.
Semakin besar nilai indeks maka semakin besar juga pengaruh kepada kadar gula darah. Dimana semakin tinggi angka indeks maka toleransi pankreas juga semakin kecil, seperti pada gula pasir, pankreas hanya mampu mengolah satu setengah sendok makan saja per harinya atau sekitar 5 gram saja, seharusnya.
Karena pemanis jenis ini sendiri dibuat dengan cara dipanaskan dalam suhu hingga 400 drajat celsius. Dikatakan jika semakin panas proses pembuatannya maka semakin sulit untuk dicerna oleh tubuh. Jika seandainya Anda mengkonsumsi jenis ini lebih dari batas tersebut, maka sisanya tersebut akan menumpuk pada darah.
Tumpukan pada darah tersebut menyebabkan terkenanya tubuh dengan penyakit diabetes, dimana kandungan gula dalam darah sudah sangat tinggi. Jadi langkah awal mengganti penggunaan pemanis ke aren bisa menjadi awal yang lebih bagus dibandingkan tidak sama sekali. Terdapat jenis lainnya memiliki indeks antara kedua jenis ini.
Yaitu adalah gula batu dimana toleransi pankreas sebesar 60 gram dalam sehari. Hal ini dikarenakan proses pembuatannya tidak menggunakan suhu setinggi pada pemanis dari bahan tebu sebelumnya. Tetapi terdapat pemanis yang dinilai paling sehat yaitu gula aren, dimana hanya memiliki indeks glikemik sebesar 35 saja.
Perhatikan Batas Konsumsi per Harinya
Pankreas adalah organ tubuh yang bertugas mengubah pemanis tersebut untuk dijadikan energi, dan memiliki batas toleransi untuk per harinya. Penting untuk memahami hal sederhana ini, agar bisa membatasi konsumsi pemanis pada tiap harinya. Agar kinerja organ pankreas tidak akan kewalahan nantinya.
Jika konsumsi pemanis sudah melebih batas kemampuan pankreas, maka bisa menjadikan penyebab diabetes muncul. Penyakit ini tentu saja sangatlah sulit untuk disembuhkan, hanya perlu mengubah pola hidup sehat dari sekarang untuk dihindarkan dari diabetes ini. Karena pemanis tetaplah pemanis, tetap berpengaruh ke kadar gula tubuh.
Jadi untuk langkah awal hidup lebih sehat, mungkin bisa mengganti konsumsi pemanis ke gula aren terlebih dahulu. Jika sudah terbiasa, kurangi jumlah konsumsi dan atur pola hidup sehat. Olahraga secara rutin dan kurangi kinerja pankreas demi kesehatan diri Anda sendiri.
Deskripsi : Beberapa jenis gula dan tingkat toleran pankreas per harinya yang perlu diketahui dan dipahami agar menjaga pola hidup sehat.




