Tips Sehat dan Sembuh Total dari Penyakit Apapun Kecuali Mati

Tips Sehat dan Sembuh Total dari Penyakit Apapun Kecuali Mati

Tips Sehat dan Sembuh Total dari Penyakit Apapun Kecuali Mati

Bismillah, InsyaAllah kali ini kami ingin berbagi informasi serius mengenai cara penyembuhan segala macam penyakit menurut Al Qur-an surat Al Mukminun ayat 14. Informasi ini bersanad ke guru kami (semoga Allah merahmati beliau) Ustadz Haris Mujahid (almarhum) di periode 2017 ketika beliau safar ke Pekanbaru dan meminta kami menyediakan lebah untuk terapi sengat. Selama safar tersebut beliau menyampaikan hal ini, dan diulang di dauroh hari berikutnya di Masjid Taqwa di komplek Kuttab Al Fatih Pekanbaru. Cara penyembuhan ini adalah cara pandang menyeluruh terhadap sakit yang dilihat dari 4 aspek tubuh manusia yang berdasar tafsir Qur’an pada bab penciptaan manusia. Sehingga diharapkan penyembuhan yang menyeluruh dari sakit dan tidak kambuh kembali.

Untuk itu boleh langsung dicermati ayat berikut :

  1. Al-Mu’minun Ayat 14
  • ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظٰمًا فَكَسَوْنَا الْعِظٰمَ لَحْمًا ثُمَّ اَنْشَأْنٰهُ خَلْقًا اٰخَرَۗ فَتَبَارَكَ اللّٰهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَۗ

14 Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.

Menurut Tafsir Ibnu Katsir, pembahasan ayat 14 ini berkaitan dengan ayat 12-16

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (QS. 23:12)”

“Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (QS. 23:13)”

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang, lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik. (QS. 23:14)”

“Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. (QS. 23:15)”

“Kemudian, sesungguhnya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari Kiamat. (QS. 23:16)”

Dengan demikian di Surat al-Mu’minuun: 12-16) Allah Taala berfirman seraya memberitahukan mengenai permulaan penciptaan manusia dari saripati (berasal) dari tanah, yaitu Adam. Allah Taala telah menciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk.

Mujahid mengemukakan: Min sulaalatin berarti dari mani anak cucu Adam. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Musa, dari Nabi saw, beliau bersabda: Sesungguhnya Allah menciptakan Adam dari satu genggaman tanah yang digenggam-Nya dari seluruh permukaan bumi. Kemudian anak-anak Adam datang sesuai dengan kadar warna tanah. Di antara mereka ada yang merah, putih, hitam, dan di antara hal tersebut, juga ada yang jahat dan ada juga yang baik, serta di antara keduanya. Hadits tersebut telah diriwayatkan Abu Dawud dan at-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut hasan shahih. Tsumma jaalnaaHu nuth-fatan (Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani.) Dhamir (kata ganti) di sini kembali kepada jenis manusia, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam ayat yang lain: Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang jijik (air mani). (QS. As-Sajdah: 7-8).

Maksudnya, lemah dan berpindah dari satu keadaan menuju keadaan yang lain dan dari satu sifat ke sifat yang lain. Oleh karena itu, di sini Allah Taala berfirman: tsumma jaalnan nuth-fata alaqatan (Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah.) Artinya, kemudian Kami jadikan nuthfah, yaitu air yang memancar yang keluar dari tulang rusuk yang berada di tulang punggung laki-laki dan tulang dada wanita, yang berada di antara tulang selangka dan pusar, sehingga menjadi segumpal darah merah yang memanjang. `Ikrimah mengatakan: Yaitu darah.

Fakhalaqnal alaqata mudl-ghatan (Lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,) yaitu segumpal daging yang tidak mempunyai bentuk tertentu dan tidak bergaris-garis. Fakhalaqnal mudl-ghata idhaaman (Dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang-belulang,) maksudnya, Kami (Allah) berikan bentuk yang memiliki kepala, dua tangan, dua kaki, dengan tulang-tulangnya, urat, dan otot-ototnya.

Dalam hadits shahih dari Abuz Zinad, dari al-Araj, dari Abu Hurairah, dia bercerita, Rasulullah ﷺ bersabda: Setiap jasad anak cucu Adam akan binasa, kecuali satu bagian pangkal ekor, darinya(lah) diciptakan dan padanya disusun. Fa kasaunal idhaama lahman (Lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging.) Maksudnya, Kami jadikan daging yang dapat menutupi, mengokohkan, dan menguatkan. Tsumma ansyanaaHu khalqan aakhara (Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain. Yakni, kemudian Kami tiupkan ruh ke dalamnya, sehingga dia pun bergerak dan menjadi makhluk lain yang mempunyai pendengaran, penglihatan, pengetahuan, gerakan, dan goncangan. fatabaarakallaaHu ahsanul khaaliqiin (Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.)

Al-Aufi menceritakan dari Ibnu `Abbas: Tsumma ansyanaaHu khalqan aakhara (Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang [berbentuk] lain.) yakni, Kami pindahkan dari satu keadaan menuju keadaan yang lain sehingga lahir sebagai seorang anak. Setelah itu tumbuh sebagai anak kecil, lalu ia mengalami masa puber dan tumbuh menjadi remaja, selanjutnya tumbuh dewasa, kemudian menjadi tua, hingga akhirnya menjadi tua renta.

Hal serupa juga diriwayatkan dari Qatadah dan adh-Dhahhak, dan tidak ada pertentangan, di mana dari permulaan peniupan ruh ke dalamnya ditetapkan pada berbagai proses dan keadaan. Wallahu alam. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah ibnu Masud, ia bercerita, Rasulullah ﷺ memberitahu kami, yang beliau adalah selalu jujur dan dibenarkan:

Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut (rahim) ibunya selama empat puluh hari berupa nuthfah (air mani), kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga (empat puluh hari), lalu menjadi gumpalan seperti sekerat daging, selama itu juga, kemudian diutuslah kepadanya Malaikat, maka ia (Malaikat) meniupkan ruh padanya dan Malaikat itu diperintahkan untuk (menulis) empat perkara; rizkinya, ajal (umur)nya, amal perbuatannya, dan (apakah dia) sengsara atau bahagia. Demi Allah yang tiada Ilah (yang haq) selain Dia, sesungguhnya salah seorang diantara kalian akan mengerjakan amalan penghuni surga sehingga (jarak) antara dirinya dengan surga hanya satu hasta saja, namun dia didahului oleh ketetapan (takdir) Allah sehingga dia mengerjakan perbuatan penghuni neraka, hingga akhirnya dia masuk neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian akan mengerjakan perbuatan penghuni neraka sehingga (jarak) antara dirinya dengan neraka tinggal satu hasta saja, namun ketetapan (takdir) Allah mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amal perbuatan penghuni surga, hingga akhirnya dia masuk surga. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Firman Allah Taala: fatabaarakallaaHu ahsanul khaaliqiin (Maka Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.) Yakni, ketika Dia menyebutkan kekuasaan dan kelembutan-Nya dalam penciptaan nuthfah ini dari satu keadaan menjadi keadaan yang lain (proses), dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya, sehingga menjadi satu bentuk, yaitu manusia yang mempunyai ciptaan yang normal lagi sempurna. Wallahu aam.

Firman-Nya: tsumma innakum bada dzaalika lamayyituun (Kemudian sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati.) Yakni, setelah penciptaan yang pertama dari ketiadaan, kalian kelak akan menemui kematian. Tsumma innakum yaumal qiyaamati tubatsuun (Kemudian, sesungguhnya kamu semua akan dibangkitkan [dari kuburmu] di hari Kiamat.) Yakni, penciptaan yang terakhir. tsummallaaHu yunsyi-un nasy-atal aakhirata (Kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.)

(QS. Al-`Ankabuut: 20). Yakni, pada hari kebangkitan, dan bangkitnya ruh-ruh menuju jasad masing-masing. Lalu semua makhluk dihisab dan setiap pelaku perbuatan akan diberikan balasan sesuai dengan perbuatannya. Jika baik maka dia akan mendapatkan kebaikan, dan jika buruk maka dia akan mendapatkan balasan keburukan pula.

Dari penjelasan tafsir Ibnu Katsir tersebut, jika dikaitkan dengan anatomi tubuh manusia, maka dapat disimpulkan bahwa manusia itu diciptakan terbagi dalam 4 bagian utama, yaitu (1) jantung dan pembuluh darah , (2) jaringan tulang belakang dan syaraf , (3) tulang rangka, (4) otot (daging bergaris).

 

Dari pemahaman yang disampaikan oleh beliau, 4 hal ini harus diperiksa secara menyeluruh untuk menyembuhkan sakit secara tuntas. Namun jika hanya diobati 1 hal saja, sakit yang diderita akan bersifat hilang-timbul, karena sakit tersebut akan hilang jika diobati di 1 aspek tersebut, dan akan timbul kembali jika habis obat, atau kambuh lagi jika pemicu sakit datang.

Beliau ambil contoh kasus sakit asma atau sesak nafas dengan keluhan susah bernafas, nyeri dada. Di pengobatan modern, sakit asma akan diberikan obat seperti pain releave atau pengurang rasa sakit, perelaksasi otot pernafasan seperti ipatropium, anti radang seperti kortikosteroid dan anti biotik bahkan hingga menggunakan bronkodilator agar saluran nafas terus terbuka.

Pada pengobatan barat, tulang rusuk tidak menjadi perhatian di sakit asma, bagi mereka, asma bersumber dari kinerja paru paru dan jalan nafas yang kurang maksimal. Padahal jika diteliti, menurut Ustadz Haris, kurang maksimalnya fungsi paru juga disebabkan kondisi tulang rusuk yang tidak pada tempatnya, sementara tulang rusuk ini dijaga oleh otot otot yang menopangnya. Jika tulang rusuk ini bergeser, maka organ organ dalam rusuk tersebut juga akan bergeser tidak pada tempat semestinya. Nah, pergeseran inilah yang membuat organ dalam tersebut tidak berfungsi maksimal. Jika fungsi organ tidak maksimal inilah muncul berbagai macam penyakit. Dalam paragraf ini dicontohkan asma, di sakit asma karena posisi rusuk yang bergeser membuat posisi paru tidak pada tempatnya yang mengakibatkan kinerja paru kurang maksimal. Dan ternyata tulang rusuk tidak bergerak bebas melainkan dengan pergerakan otot otot yang menopangnya, yaitu otot dada, bahkan otot otot itupun tidak berdiri sendiri, semua otot saling kait mengait terhubung satu sama lain, maka dari itu, perbaikan organ dalam rangka juga bisa dilakukan dengan memijat otot otot penopang tulang rangka dan otot sekitarnya seperti otot bahu dan lengan, juga otot pinggang agar kembali pada posisi semestinya.

Kemudian, beliau juga menambahkan, bahwa setiap organ manusia terdapat juga syaraf syaraf yang terhubung ke tulang belakang yang berpusat di otak. Syaraf ini di nutrisi oleh jaringan pembuluh darah, dan pembuluh darah mendapatkan nutrisi dari makan dan minum. Syaraf ini juga menjadi bagian cara penyembuhan asma dengan jalan seperti, sengat lebah, akupunktur, totok syaraf, terapi kejut syaraf dan sebagainya untuk merangsang syaraf agar bekerja normal kembali, dalam contoh sakit asma tentu syaraf yang dimaksud adalah titik syaraf paru-paru.

Jadi dapat sisimpulkan secara sederhana bahwa, untuk sakit asma, medis barat hanya menggunakan metode pengobatan dari sebagian jalur saja, yaitu darah dengan cara minum obat dan merelaksasi otot pernafasan juga dengan obat. Sedangkan pengobatan menyeluruh menganjurkan pengobatan dari 4 hal, yaitu darah, otot, syaraf dan rangka.

Ilustrasi lainnya adalah sebagai berikut : Misalkan asma itu dianggap seperti jamur di lantai di musim hujan akibat genteng yang bocor menetes air hujan ke lantai, maka penyembuhan metode barat ibarat penghilangan jamur hanya dilakukan dengan alat pel dan pengering lantai, mungkin plus pengharum ruangan… hehehehe….. tanpa memikirkan menambal genteng yang bocor agar dimusim penghujan tidak lagi ada air yang masuk yang bisa membuat lantai berjamur.

Dari ilustrasi tersebut bisa dilihat, bahwa jamur lantai (asma) akan sembuh dengan di pel/dibersihkan (minum obat) dan tidak kambuh jika tidak ada allergen pemicunya (tidak hujan-walau genteng bocor)/ tapi begitu ada hujan (allergen-pemicu) maka lantai akan kembali basah dan berjamur (kambuh lagi asmanya). Padahal solusi lantai berjamur itu selain harus di pel/dibersihkan (minum obat) juga harus ditutup atap bocornya (dibetulkan tulang rangkanya).

Jika kita lihat beberapa jalur terapi medis barat lainnya, untuk kasus asma misalnya, beberapa pihak menyarankan dengan berenang, tanpa mereka ketahui dan sadari bahwa berenang akan memperbaiki otot dan rangka dan mengembalikan paru pada posisi semula agar berfungsi normal, kaidah berenang untuk pengobatan asma tidak dikenal di barat, dan tidak menjadi metode. Padahal di kami, berenang adalah salah satu cara pengobatan asma yang efektif setelah dipijat.

Sebagai contoh lagi adalah sakit diabetes. Secara singkat, melihat penjelasan diatas, kekurangan insulin bisa jadi karena fungsi pancreas yang tidak maksimal karena posisinya terjepit lambung dan hati, bisa juga diobati dengan cara berpuasa (mengecilkan lambung) dan ibadah (mengoptimalkan hati) juga bisa ditempuh jalan pijat dan terapi syaraf seperti yang diterangkan diatas seperti dalam kasus sakit asma. Solusi diabetes tidak harus dengan cara menyuntikkan insulin ke dalam tubuh.

Itulah diatas beberapa ilustrasi dan contoh cara penyembuhan penyakit dari 4 aspek yang menyeluruh, diharapkan bisa meperbaiki fungsi organ sehingga masih terjaga untuk memaksimalkan aktifitas kita. Tips kami dalam mengatasi sakit adalah, selalu cek 4 aspek dalam tubuh : darah, otot, syaraf dan rangka. Karena sakit itu akibat dari kondisi 4 hal tersebut yang tidak berfungsi semestinya atau tidak sanggup menerima kondisi luar tubuh yang merusak kondisi 4 hal tersebut.

Misal kita bicara Bakteri dan Virus : tentu serangan bakteri dan virus ini fokusnya dalam darah, walaupun darimana datangnya bakteri tersebut, misal dari kaki yang menginjak, atau dari hidung yang menghirup, tetap bakteri itu beredar melalui darah. Tentu perlawanan atau cara mengobatinya melalui darah, seperti minum obat terkait bakteri atau virus tersebut. Bisa juga, apabila bakteri atau virus tersebut menetap di salah satu organ tubuh, makan pengobatan dilanjutkan melalui 3 cara lainnya otot, syaraf dan rangka yang terkait virus tadi.

Dan untuk memaksimalkan ikhtiar atau usaha penyembuhan dari jalur darah, kami menyarankan meminum susu kambing yang diformulasikan maksimal untuk regenerasi sel sel tubuh, dimana regenerasi sel ini akan sangat membantu memulihkan fungsi organ tubuh kembali seperti semula, formula susu kambing tersebut yang kami maksud adalah BUGAGOLD™  susu kambing ikan gabus dan gamat emas plus collagen, dimana ada 4 unsur utama tersebut saling terkait dalam hal regenerasi sel sel tubuh yang rusak dapat memberi manfaat ke berbagai macam jenis penyakit. Silakan konsultasi dengan ahli medis kami untuk manfaat maksimal formula susu kambing ikan gabus dan gamat emas plus collagen.

Pencegahan dari sakit atau penyakit

Ide pencegahan dari sakit atau penyakit itu juga membahas penjagaan dari 4 hal tadi : darah, otot, syaraf dan rangka . Jika ada salah satunya mengalami perlakuan atau kondisi yang diluar seharusnya, tentu ini akan menjadi masalah. Masalah yang dimaksud adalah fungsi 4 hal tadi yang menjadi berubah atau tidak seperti seharusnya (jika dalam kondisi sehat). Ketidakmampuan 4 unsur tadi untuk berfungsi normal itulah dinamakan sakit. Sedangkan manusia itu bertumbuh, dari bayi hingga manula, maka konteks penjagaan 4 unsur tadi juga menyesuaikan usia. Bisa dikatakan, jika usia kecil (kami memisahkannya dengan kondisi baligh-karena ketika baligh disebut organ manusia semuanya sudah berfunsi normal) organ belum berfungsi maksimal, maka ketika tua, bisa dikatakan organ mengalami penurunan kinerja (akibat tua/uzur). Maka perlu dilakukan penjagaan kesehatan di setiap lini usia tersebut. Penjagaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Menjaga darah

Darah dibentuk di sumsum tulang belakang, disanalah pabrik pembuatan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. Plasma darah itu kebanyakan unsurnya adalah air. Air ini diserap dari makanan dan minuman yang dicerna di usus. Sedangkan, protein dalam plasma disediakan oleh hati. Dari sini dapat dilihat, bahwa makanan mengandung peran penting untuk menjaga agar darah kita tetap sehat, juga dalam arti kata, tetap sehat dan cukup sel darah putih untuk melawan bakteri dan virus yang akan mengganggu kinerja darah dan organ organ yang disupplainya. Menjaga makanan dengan cukup asupan gizi akan membantu dalam menjaga kesehatan. Tentu kita semua mengenal 4 sehat 5 sempurna, dimana secara umum kita membutuhkan karbohidrat, protein, dan mineral yang cukup agar tubuh kita tetap sehat. Namun yang tidak kalah penting, selain pembahasan mengenai keseimbangan asupan makanan yang masuk kedalam tubuh kita mencari keberkahan dari makanan tersebut dengan cara memilih makanan yang halal dan baik (toyyib).

Menjaga otot

Otot yang menempel pada tulang inilah yang menggerakkan tulang. Otot bergerak karena ada kontraksi, kontraksi ini dipicu oleh syaraf, dan tentu saja didalamnya terdapat saluran pembuluh darah untuk supplai makanan bagi otot dan syaraf. Kontraksi dan relaksasi otot inilah yang membuat tulang bergerak. Jika ada trauma atau benturan atau kondisi yang salah terhadap otot, tentu akan mengakibatkan gerak tulang akan terganggu, ambil contoh terkilir atau kesleo, bergesernya otot yang tidak pada tempatnya akan mengakibatkan bengkak karena tersumbatnya pembuluh darah dan juga mengakibatkan kontraksi dan relaksasi otot yang mengakibatkan gerak akan terganggu. Maka penjagaan terhadap otot tentu membahas mengenai makanan atau nutrisi otot tersebut, olahraga untuk menjaga otot dan pembuluh darah didalamnya tetap lentur, dan tentu juga harus menghindari benturan atau hal lainnya yang dapat menggeser atau merubah otot hingga berkurang atau hilangnya fungsi otot tersebut.

Menjaga syaraf

Syaraf ini seperti jalur perintah, menuju otot dan organ lainnya. Saraf adalah serat-serat yang menghubungkan organ-organ tubuh dengan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) serta antar bagian sistem saraf dengan lainnya. Menjaga otak untuk tetap sadar (tidak mabuk) termasuk dalam upaya menjaga syaraf agar terjaga. Berjalan tanpa alas kaki di tanah berpasir atau kerikil juga bisa membantu terapi syaraf agar tetap bekerja dengan baik. Kata umumnya adalah olahraga, karena syaraf ini seperti penghubung antar organ yang berpusat di otak dan sumsum tulang belakang, maka menggeraknya, menjaganya agar tetap elastis dan menutrisinya dengan baik adalah bentuk penjagaan terhadap syaraf ini, termasuk juga pijat syaraf, terapi syaraf semacam totok punggung dan akupunktur juga membantu menjaga syaraf agar dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Menjaga rangka

Tulang rangka dari ujung kaki hingga kepala berfungsi memberi bentuk, menjaga dari benturan, sebagai tempat melekatnya otot, hingga tempat menghasilkan sel darah merah, menyimpan mineral hingga fungsi imunilogis. Ditahap awal, penjagaan kesehatan dengan menjaga rangka adalah dengan memberi asupan yang dibutuhkan rangka/tulang secara cukup. Membuatnya rangka berada pada posisinya juga penting dijaga dengan cara bergerak dengan tidak ekstrim dan memperlakukan rangka secara wajar dan normal agar otot yang melekat bisa menahan rangka berada pada tempatnya. Makanan yang baik dan olahraga yang cukup diikuti pola istirahat yang tepat akan membuat rangka berfungsi baik.

Jadi, dari 4 aspek diatas, nampak sekali bahwa badan kita ini saling terkati unsurnya dan saling mempengaruhi. Apabila terjadi sesuai yang tidak semestinya di 4 organ tersebut, secara singkat dapat disebut sakit. Maka dari itu, untuk menyembuhkan sakit memang harus melihat dari 4 aspek tersebut. Jika 4 aspek tersebut bisa diperbaiki, harapannya sakit akan hilang tuntas dan tidak berbekas. Namun dibalik semua itu, perlu diingat, bahwa sakit datangnya dari Allah dan Allah lah yang akan mengangkatnya, kita semua hanya berusaha. Semoga Allah ampuni dosa dosa orang yang sakit dan menyembuhkannya agar dapat kembali lancar beribadah kepada-Nya. Aamiin. Wallahu’alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *