Dari Kambing Hingga Rusa Kutub, Serba-serbi Susu Perah di Seluruh Dunia

Dari Kambing Hingga Rusa Kutub, Serba-serbi Susu Perah di Seluruh Dunia

Dari Kambing Hingga Rusa Kutub, Serba-serbi Susu Perah di Seluruh Dunia

Hewan perah pertama yang dijinakkan manusia adalah domba sekitar 9.000 tahun yang lalu. Selama seribu tahun berikutnya, manusia juga mulai memelihara kambing dan sapi diikuti oleh keledai, kerbau, dan kuda. Dari semua jenis susu hewan perah, keledai menyediakan susu yang paling dekat dengan ASI manusia dan kerap digunakan untuk bayi yang sakit atau yatim piatu. Selanjutnya, unta, llama, rusa kutub, dan yak juga dijinakkan dan diperah susunya.

Di gua-gua prasejarah sering terlihat lukisan sapi liar berukuran besar. Hewan itu adalah auroch, yang populer sebagai mangsa bagi pemburu purbakala. Mereka menghuni alam liar Eropa dan Afrika selama puluhan ribu tahun. Auroch didomestikasi manusia sekitar 8.000 tahun yang lalu, namun spesies hewan luar biasa ini kemudian punah di Polandia pada tahun 1600-an. Lebih dari 800 jenis sapi yang dijadikan sapi perah saat ini adalah keturunannya, dengan populasi global sekitar 1,5 miliar. Produksi susu sapi terus berkembang karena peternak mendapatkan volume susu yang lebih tinggi per sapi. Karenanya populasi sapi cenderung menurun seiring dengan peningkatan produksi susu. Pada tahun 1970-an, sapi perah menghasilkan rata-rata 21 liter susu per hari. Pada tahun 2012, rata-rata 42 liter per hari. Sapi modern menghasilkan 7 hingga 10 kali lebih banyak daripada yang dibutuhkannya untuk memberi makan anaknya.

Baca juga....  Fakta Seputar Gizi, Lebih Baik Susu Kambing Apa Sapi?

Di swalayan-swalayan di Indonesia tentunya kita tak akan menemukan sekotak susu yak atau llama. Mayoritas produk susu yang berjejer masih berasal dari sapi. Popularitas jenis susu yang diperah memang berbeda-beda di seluruh dunia. Menurut artikel ”Susu dari Sapi dan Hewan Lain” yang diterbitkan oleh Komisi Produk Susu Washington, Amerika Serikat, sembilan dari setiap sepuluh gelas susu yang dikonsumsi di Kanada dan AS berasal dari sapi. Namun di seluruh wilayah lain dunia, susu diperoleh dari banyak sumber lain.

Kerbau menghasilkan 50% susu terpopular yang dikonsumsi di India, yang juga digunakan untuk memproduksi ghee, sejenis minyak yang paling umum digunakan untuk memasak di sana. Kaum Laplander di wilayah utara Skandinavia meminum susu rusa kutub, karena merekalah satu-satunya hewan perah yang dapat bertahan hidup di lingkungan yang sangat dingin.

Teh-mentega dari susu yak adalah sejenis sup kental asin yang dikocok dan diminum oleh orang-orang yang tinggal di pegunungan Tibet yang dingin. Sekitar 700 tahun yang lalu, orang Mongolia mengeringkan susu kuda menjadi pasta yang mereka bawa dan dilarutkan dengan air saat mereka melakukan perjalanan. Sementara itu, hingga saat ini orang Rusia, Bulgaria, Turki, dan sekitarnya masih menggunakan susu kuda atau keledai untuk membuat kumiss, minuman fermentasi beralkohol yang mirip dengan kefir. Orang-orang yang tinggal di iklim gurun yang panas merasakan manfaat susu unta, yang salah satu keistimewaannya adalah dapat bertahan selama 7 hari pada suhu 30 derajat Celsius.

Baca juga....  Amankah Anak Konsumsi Olahan Susu Kambing Etawa? Cek Faktanya

Keju roquefort (blue cheese) dari Prancis Selatan dan chevre di Rumania dibuat dari susu kambing dan domba yang memiliki kandungan lemak dua kali lipat dari susu sapi. Akhir-akhir ini di daerah Amerika Utara susu dan keju kambing telah jauh lebih umum untuk dikonsumsi dibandingkan sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dan banyaknya penelitian tentang manfaat susu kambing. Kini diketahui bahwa gumpalan lemak pada susu kambing lebih kecil dari pada susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna. Itulah sebabnya popularitas dan permintaan terhadap susu kambing meningkat di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *